Menengok Geliat TQN di Kampung Nelayan Desa Kelantan
Dzikir menggema di atas laut, TQN hadirkan manaqib dan khidmah di Desa Kelantan
“Kini mereka sudah pulang siap untuk mengaji,” ujarnya.
Ikhwan akhwat TQN di sini bisa dibilang militan. Ketika mengikuti Manaqib di Kota Pangkalan Brandan misalnya, mereka pulang malam sambil menyewa angkot dan becak sehingga nampak berbaris.
Para suami yang nelayan mencari ikan ke tengah lautan, sedangkan para istri selain mengolah ikan juga membuat terasi dari udang pilihan.
Ibu Halimah, penggerak TQN di Langkat, menyebut jamaah yang datang untuk mengikuti Manaqib kali ini sekitar 150 orang. Di antaranya datang dari Langsa, Aceh di bawah bimbingan Ustadz Tutus.
Perlu diketahui, dari Langsa, Aceh sendiri menuju Desa Kelantan mencapai dua jam perjalanan, dan itu ditempuh menggunakan perahu sederhana tanpa pengaman tambahan.
Baca juga: Manaqib di Medan Dirangkai dengan Santunan Yatim dan Dhuafa
Acara terdiri dari Khataman, Manaqib dan Milad. Diawali dengan lantunan shalawat Bani Hasyim oleh H. Agus Syarif Hidayat, pimpinan Majelis Dzikir SAEPI yang ikut dalam rombongan.
KH. Wahfiudin Sakam dalam Khidmah ilmiahnya menegaskan bahwa kita berkumpul ini karena niat mengamalkan ajaran Guru Mursyid.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______


