Konsep Sufi Memiliki Jiwa Yang Merdeka

Tidak ada di dunia ini yang lebih membahagiakan dibanding rasa merdeka

Karena jika qalbu kita bebas walaupun sedang berada di tengah-tengah para penjajah. Kita sesungguhnya sedang merdeka. Sebaliknya, kala penjajah sudah pergi, tetapi qalbu kita malah memikul beban hawa nafsu, kesenangan, syahwat dan kealpaan, sesungguhnya kita sedang terjajah di negeri jiwa kita sendiri.

Sebagaimana disampaikan oleh Nabi Saw bahwa jihad terbesar adalah melawan diri sendiri (mujahadatun nafs), maka mulailah dari diri sendiri.

“Ibda’ binafsik mulai dari diri sendiri. Siapa yang kita lawan? Diri kita sendiri,” imbuhnya.

Baca juga: Esensi Kemerdekaan

Semakin kita abai dan tidak tegas terhadap diri sendiri atau menuruti hawa nafsu yang menjerumuskan dan menghinakan, maka semakin hari, semakin berat lawan kita.

“Sebab apabila hari ini, kita tidak berani tegas pada diri kita sendiri. Besok pagi kita kalah, minggu depan ada tujuh kali lipat musuh yang akan mengalahkan kita. Bulan depan bahkan ada 30 musuh yang akan mengalahkan kita. Karena, ego kita, nafsu kita begitu bisa mengalahkan kita. Dia undang instrumen-instrumen yang mendukung dia berlipat ganda untuk membangun kekuatan memperbudak kita,” paparnya.

Lalu, kapankah kita menjadi merdeka dan bebas? Sesungguhnya kebebasan itu tidak ada, hanya ada satu kebebasan yang sesungguhnya. Manakala qalbu kita bebas dari segala hal selain Allah rabbul’izzah sebagaimana tujuan dari bertasawuf.

Karena kalau kita tidak menghamba hanya pada Allah, maka kita pasti menghamba pada tuhan-tuhan selain-Nya. Mulai dari makanan, minuman, pangkat, jabatan, harta kekayaan dan lain sebagainya. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi