Kiai Wahfi: Program Kerja LDTQN Mesti “SMART”
Dalam manajemen modern lazim dikenal istilah SMART untuk membuat perencanaan
Menjadi pegawai bisnis swasta juga jelas tujuannya, menghasilkan profit bagi perusahaan, maka perusahaan menyiapkan dana dan sarana kerja yang lengkap.
Tetapi, menjadi pengurus dan penggiat organisasi sosial semacam LDTQN, tidak seperti itu. Tak ada jalur karir yang menjanjikan, atau penghasilan tetap. Dana kegiatan juga harus dicari sendiri. Orang akan mengurus organisasi sosial dengan sisa-sisa waktu dan tenaga yang mereka miliki. Maka rapat-rapat jarang dihadiri karena terkalahkan oleh kepentingan kerja dan rekreasi keluarga. Oleh sebab itu menyusun program LDTQN jangan terlalu ambisius karena “jam kerja SDM” tidak tersedia banyak.
Untuk mengatasinya:
- Buat struktur kepengurusan LDTQN yang miskin struktur tetapi kaya fungsi.
- Tambahkan unit-unit organisasi (semacam anak perusahaan) yang profesional, profesional kerjanya, juga profesional penghasilan orang-orangnya.
Baca juga: Mengapa Tak Ada Kata Dakwah Dalam Tanbih
DPP LDTQN sudah membuat Proker yang dapat dijadikan rujukan, tinggal dijabarkan lebih rinci oleh LDTQN daerah sesuai kondisi daerah masing-masing. Yang penting menyusun program kerja jangan melupakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely). []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

