Kiai Suharto: Wabah dan Syuhada

Wabah Covid-19 beri peluang syahid bagi yang sabar, taat syariat dan ikuti himbauan

Salah satu rahmat Allah Swt pada situasi genting seperti saat ini, wabah Covid-19, ialah kesempatan bagi semua orang untuk menjadi syahid.

Dalam Kitab Tanwir Al-Qulub, kenikmatan syahid dengan tidak ditanya ketika di kubur oleh Malaikat Munkar dan Nakir berlaku bagi para Nabi, Shiddiqin, orang yang tiap malam membaca surah Tabarak atau Al-Mulk, orang yang sakit menjelang kematiannya membaca surah Al-Ikhlas, orang yang mati pada malam dan hari Jum’at.

Selain itu juga orang yang mengalami kegilaan dan idiot, orang yang mati dalam keadaan sakit perut, atau yang mati saat terjadi wabah ta’un atau Covid-19, dalam keadaan sabar dan mengharap pahala Allah Swt, entah dirinya ikut terserang ta’un atau tidak.

Mereka yang meninggal dalam kondisi wabah, tidak semuanya syahid, karena hanya mereka yang bersabar dan mengharap pahala Allah sajalah yang masuk dalam kategori syahid.

Mereka yang terserang ta’un tetapi memiliki tindakan ceroboh, berusaha menularkan kepada orang lain ketika dia meninggal tidak akan dikategorikan syahid.

Baca juga: Pesan Pak Guru Zuki ke Ikhwan dan Akhwat TQN

Begitu juga orang-orang yang tidak mengindahkan himbauan Ulil Amri (Pemerintah dan MUI), sehingga mengakibatkan wabah ini semakin meluas, ketika meninggal juga tidak akan dikategorikan sebagai syahid.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi