Ini Landasan Ilmiah Manaqib
Manaqib itu jamak dari manqabah yang mengandung arti kisah, cerita atau pun riwayat
Sufyan ibn Uyainah menyebutkan bahwa ketika orang shalih diingat atau disebut, maka rahmat akan turun.
Selain itu, secara umum manaqib juga termasuk kegiatan yang menyebutkan atau mengingat kebaikan dari orang-orang yang sudah wafat. Dan ini bagian dari anjuran Nabi Muhammad Saw, sebagaimana beliau bersabda:
Ingat-ingatlah (sebut-sebutlah) kebaikan orang yang sudah wafat di antara kamu. (HR. Tirmidzi)
Karena dalam Islam silaturahim bukan hanya dilakukan kepada yang masih hidup di dunia. Kita tetap bisa terhubung walau kepada mereka yang sudah wafat. Dengan mendoakan, menceritakan kebaikan, mengamalkan nasihat serta melestarikan ajarannya dan lain sebagainya. Terlebih mereka yang wafat di jalan Allah sejatinya hidup dan kita terlarang menyebut mereka mati.
Bahkan dalam kita Jala’ Adz Dzalam fi Aqidah Al ‘Awam disebutkan:
Ketahuilah seyogyanya setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan itu mencari berkah dan pancaran rohani, serta terkabulnya doa dan turunnya rahmat di hadirat para wali di majelis dan perkumpulan mereka. Baik mereka itu masih hidup, maupun sudah wafat, di makam-makam mereka, dan pada saat mereka disebut dan dikenang, ketika banyak orang berkumpul untuk berziarah kepada mereka, dan juga ketika dibacakan keutamaan serta saat manaqib mereka digelar. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

