Hari Santri 2025, Meneladani Abah Anom, Santri Sepanjang Hayat

Santri sejati adalah berilmu, berdzikir, berakhlak, dan mengabdi untuk agama dan bangsa

Pertama, tarbiyah — pendidikan ruhani dan pembentukan karakter. Abah Anom mendidik murid-muridnya untuk mencintai Allah, sabar, dan ikhlas dalam beramal.

Kedua, ta‘lim — pengajaran ilmu. Beliau mengajarkan fiqih, tafsir, dan tasawuf dengan kedalaman makna, membangun kecerdasan yang berlandaskan iman.

Ketiga, ta’dib — pembentukan adab. Bagi Abah Anom, ilmu tanpa adab tidak akan membawa cahaya. Santri dididik untuk tawadhu’ kepada guru, menghormati orang tua, dan berbuat baik kepada sesama.

Keempat, talqin — pembimbingan dzikir dalam Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Melalui talqin inilah beliau menuntun umat untuk mengenal Allah dengan hati, agar ilmu tidak hanya dipahami oleh akal, tetapi juga diresapi oleh ruh.

Baca juga: Dzikir Agar Bisa Berakhlak kepada Allah

Inilah empat pilar pendidikan yang menjadikan Abah Anom bukan sekadar guru ilmu, tetapi mursyid TQN, pembimbing jiwa yang menuntun umat menuju Allah dengan ilmu dan akhlak.

Ketika Abah Sepuh wafat pada tahun 1956, Abah Anom memimpin Pesantren Suryalaya dengan penuh keikhlasan. Beliau mendirikan Yayasan Serba Bakti dan Pondok Remaja Inabah, bentuk kepedulian terhadap umat yang membutuhkan bimbingan spiritual dan pemulihan moral.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi