Fanatisme Yang Dilarang dalam Islam

Fanatik sehat tak buta, tetap adil, dan tak merendahkan keyakinan orang lain

ليس منا من دعا إلى عصبية وليس منا من قاتل على عصبية وليس منا من مات على عصبية

“Bukan dari kelompok kita (umat Islam) siapa yang mengajak pada sikap ‘ashabiyah, bukan juga kelompok kita siapa yang berjuang walau sampai mati atas dorongan ‘ashabiyah. (HR. Abu Dawud).

Menolong Saudara Kita Yang Mendzalimi dan Terdzalimi

Rasul Saw adalah pribadi yang amat sayang kepada umatnya. Itu sebabnya beliau berpesan agar menolong saudara kita baik yang zalim maupun yang didzalimi.

Rasul Saw bersabda, “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau terzalimi.” Seorang laki-laki lantas bertanya, “wahai Rasulullah, aku menolongnya jika ia dizalimi, maka apa pendapatmu jika ia berbuat zalim, bagaimana aku menolongnya? Rasul Saw menjawab: menghalangi dan mencegahnya dari berbuat kezaliman, begitulah menolongnya.” (HR. Bukhari).

Beliau tidak hanya memerintahkan kita untuk menolong mereka yang terdzalimi, tapi juga yang berbuat zalim. Dari sini bisa diperoleh isyarat bahwa selalu ada potensi kezaliman di antara kita.

Oleh sebab itu sekuat tenaga kita saling tolong menolong agar kezaliman itu tidak merajalela di tengah masyarakat. Salah satunya ialah dengan tidak mengembangkan sikap fanatik buta di antara kita.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi