Cara Menyusun To Do List Skala Prioritas

Tentukan skala prioritas agar waktu lebih produktif dan sesuai ajaran Islam

Hadis ini bicara tentang pentingnya bagi kita untuk meninggalkan sesuatu yang tidak kita perlukan, tidak bermanfaat, dan tidak mengundang ridha Allah SWT.

Ibnu Rajab Al Hanbali menerangkan bahwa hal yang tidak bermanfaat itu disusun berdasarkan prioritas untuk ditinggalkan. Pertama ialah meninggalkan hal yang haram (al muharramat), kedua, meninggalkan hal yang syubhat (al musytabihat), ketiga, meninggalkan hal yang makruh (al makruhat) serta keempat, ialah meninggalkan hal-hal mubah yang sebetulnya tidak kita perlukan (fudhulul mubahat allati la yahtaju ilaiha).

Imam Al Ghazali berkata, seandainya engkau habiskan waktu bicaramu (yang tidak penting dan tidak berfaedah) untuk berzikir dan berpikir maka akan terbuka rahmat Allah bagimu. Hal tersebut lantaran selamat dari maksiatnya ucapan dan kerugian-kerugian lain yang disebabkan menyia-nyiakan waktu.

Apa yang disampaikan Hujjatul Islam tersebut mengindikasikan bahwa dalam Islam, skala prioritas patut menjadi tolok ukur. Hal tersebut juga sejalan dengan kaidah dalam ushul fiqih yang menyebutkan bahwa menolak kerusakan lebih diutamakan dibanding mengambil kemaslahatan. Sehingga muncul misalnya fiqih prioritas, untuk meletakkan amal sesuai skala prioritas.

Singkatnya, kesempurnaan Islam dan Imannya seseorang bisa dinilai dari bagaimana seseorang menentukan prioritas, apa yang mesti dipentingkan dan apa yang mendesak, apa yang seharusnya didahulukan dan diperlukan, serta apa yang utama untuk ditinggalkan. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi