Bukan Fatalis, Islam Dorong Umatnya Bekerja dan Berkarya

Islam dorong kerja dan karya sebagai amal saleh; tawakkal bukan pasrah tanpa ikhtiar

Apresiasi Islam Terhadap Kerja dan Karya

Islam sangat mengapresiasi mereka yang bekerja dan berkarya. Bahkan di hari Jum’at yang dikenal sebagai hari raya pekanan, umat Islam diperintahkan untuk tetap dinamis bekerja dan berkarya.

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (Al Jumu’ah: 10).

Pesan agar umat Islam memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan terus bekerja juga bisa ditangkap tatkala nabi bersabda, “jika hari kiamat datang dan di tangan salah seorang di antara kalian sebutir biji (bibit pohon) yang masih dapat ditanam, maka hendaknya ia menanamnya,” (HR. Ahmad).

Sedemikian penting dan perlunya bekerja, di lain waktu nabi Muhammad Saw pernah menolak keinginan beberapa orang yang bermaksud hanya untuk beribadah di dalam masjid. Padahal kehidupan mereka yakni kebutuhan sandang dan papannya dibebankan di atas pundak orang lain.

Sebaliknya Nabi Muhammad Saw memuji siapa yang hidup dari hasil usaha dan keringat sendiri. Melalui sabdanya, “tangan pekerja adalah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”

Bahkan hal itu bisa mudah dapati dalam literatur sejarah, betapa Rasulullah Saw adalah sosok pekerja keras sekaligus ahli ibadah. Dua hal yang jarang menyatu dalam diri satu orang.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi