Arti Kemerdekaan Yang Sebenarnya

Inilah kemerdekaan yang sebenarnya, merdeka jiwa dari belenggu hawa nafsu

Maksudnya, orang yang berjaya menahan diri dari keinginan nafsu dan bisikan syaitan, dia sudah berjaya memerdekakan dirinya dari dibelenggu nafsu dan syaitan. Bahkan dia telah berjaya mensucikan dirinya dengan ketaatan kepada Allah sehingga dirinya bersih dari dosa dan maksiat. Jadi, untuk menjadi manusia yang sebenarnya merdeka dari hawa nafsu dan syaitan, kita sangat-sangat memerlukan pertolongan dari Allah, kerana musuh yang kita hadapi ini, tidak dapat dilihat dengan mata kasar, dia tersembunyi dalam diri kita, lebih kuat dari kita, tetapi sangat lemah dan tidak berdaya di hadapan orang-orang yang beriman, orang-orang yang telah menjadikan Allah sebagai pelindungnya.

Oleh sebab itu, kemerdekaan yang sebenarnya itu adalah kita memperkuatkan ketauhidan kita kepada Allah, Laailahaillallah, tiada ilah, tiada sesuatu yang dapat menguasai dan memenuhi hati dan jiwa kita kecuali Allah swt. Sehingga kita selalu ingat kepada-Nya, selalu mendekati-Nya, selalu taat kepada-Nya, selalu mencintai-Nya, tidak pernah jauh dari-Nya, berkorban apa sahaja demi-Nya, qolbu setiap saat sentiasa bergetar menyebut-nyebut nama-Nya.

Begitulah jiwa orang yang sebenar-benarnya merdeka. Seluruh jiwa dan raga, hidup dan mati, semuanya diserahkan kepada Allah swt. Jadi orang yang merdeka itu, iman mereka terlalu kuat, ibadah mereka ikhlas, ketaatan mereka luar biasa, tidak pernah menjadi hamba kepada makhluk, hanya Allah yang menjadicita-cita mereka, redho Allah yang dicari, cinta kepada Allah yang dirasai, keyaqinan kepada Allah menjadi kunci kejayaan mereka. Inilah hakikat sebenarnya merdeka dengan memperkuatkan ketauhidan kepada Allah melalui zikrullah.

Oleh sebab itu, marilah sama-sama kita berusaha memerdekakan diri kita dari dijajah oleh nafsu dan syaitan dengan menguatkan ketauhidan kita kepada Allah melalui zikrullah dan amal ibadah kepada Allah. Supaya dengan zikrullah, dapat melembutkan hati kita untuk beribadah, dan dengan amal ibadah, kita sentiasa terbimbing dengan taufiq dan hidayah dari Allah untuk menjadi seorang yang beriman, bertaqwa, yaqin, ikhlas hanya kepada Allah swt.

Dikutip dari khutbah jum’at Ust. Muhammad Najdi Baqir bin Hj. Mohd Zuki (Kedah – Malaysia)


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi