Abdul Khamid Mantap Ikut TQN Karena Mimpi, Ini Kisahnya
Tarekat adalah metode pembersihkan diri untuk mendekat kepada Allah SWT
Khamid: “Mbah, mas mau ikut tarekat, boleh apa ndak?”
Mbah: “Ooh ya sudah ikut saja, ndak apa-apa.”
Khamid: “Terimakasih Mbah.”
Mbah: “Ya.”
Satu bulan kemudian saat Khamid pulang kampung ke Boyolali, ia pun menjumpai kakeknya, Mbah Madi Sukarto yang berusia 99 tahun dan minta pendapat jika ia ingin ikut tarekat.
Khamid: “Mbah, mas boleh ikut tarekat?”
Mbah: “Oh ya sudah ikut saja, Mbah juga ikut TQN.”
“Nah dalam hati, saya langsung berfikir kok bisa sama dengan tarekat yang ingin saya ikuti,” ujarnya. Mulai saat itu ia semakin mantap untuk mengambil talqin dzikir.
Menurut Khamid, kakeknya mulai ber-TQN saat berusia sekitar 50-an tahun, namun bukan dari jalur Suryalaya. “Saya lupa menanyakan tentang jalur TQN-nya. Katanya saya si Mbah ditalqin tahun 1952 oleh Kyai di Bendo Boyolali, kalau tidak salah namanya Kyai Ikhhsan,” ujar ia menjelaskan.
Semoga harapan Khamid agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi panutan di keluarga dapat terwujud. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

