Kisah Abah Sepuh Berguru ke Syekh Tolhah
Kiai Mubarok belajar tarekat ke Syekh Tolhah Cirebon, dirikan Pesantren Suryalaya 1905
Sebagai Khalilfah TQN di wilayah Cirebon, banyak santri, kiai dan pejabat yang berguru kepada Syekh Tolhah. Dari sekian murid diantaranya ada kiai muda, Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad dari Pesantren Tundagan Tasikmalaya.
Pesantren Tundagan adalah pesantren pertama Kiai Mubarok. Letaknya sekitar 3 km ke arah barat dari pusat Kota Tasikmalaya.
Kiai Mubarok pergi belajar ke Syekh Tolhah bersama sahabatnya Madraji yang berasal dari Garut. Pada masa itu, guru-guru tarekat di wilayah Priangan Timur sangat langka. Kalaupun ada, sulit diketahui keberadaannya.
Baca juga: Syekh Abdul Qadir Al Jaelani qs
Hal ini disebabkan pengawasan aparat kolonial Belanda terhadap kegiatan yang berbau tarekat di setiap pesantren. Maka, bagi mereka yang ingin mempelajari tarekat harus pergi ke luar Priangan.
Sebelum pergi ke Cirebon, Kiai Mubarok bersama-sama dengan teman dekatnya sering berziarah ke Pamijahan (50 km ke arah selatan dari kota Tasikmalaya). Di tempat itu dimakamkan Syekh Abdul Muhyi, seorang sufi dan guru tarekat yang amat terkenal pada akhir abad ke-18.
Pada suatu malam ketika sedang berada di Pamijahan untuk kesekian-kalinya, Kiai Mubarok mendapat petunjuk dalam mimpinya bahwa di Cirebon ada seorang ulama yang akan menjadi guru mursyidnya. Bahkan dalam mimpinya itu tampil seraut wajah dari seorang yang tidak dikenal sebelumnya. Ia seorang laki-laki yang tampan dan masih muda.
Baca juga: Penglihatan Syekh Tolhah Godebage Tempat Terbaik Kembangkan TQN
Selang beberapa waktu setelah mendapat petunjuk gaib di Pamijahan, Kiai Mubarok ditemani sahabatnya Kiai Madraji berangkat ke Cirebon dan mencari guru mursyid yang dimaksud dalam petunjuk gaib.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

