Amaliah Tolak Bala dalam Tradisi TQN Selain Rebo Wekasan

Amaliah tolak bala TQN Suryalaya: dzikir, manaqib, shalawat, sedekah, shalat sunat

Pondok Pesantren Suryalaya sudah merilis, bahwa shalat sunat lidaf’il bala’ dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Shafar pada 6 Oktober 2021 atau 29 Shafar 1443 H.

Amaliah ini sebagaimana dilaksanakan oleh Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya Syekh KH. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin.

Untuk tata caranya bisa dilihat melalui link berikut, buka link.

Lembaga Dakwah Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (LDTQN) Pontren Suryalaya juga telah mencantumkan kaifiyat shalat yang dilaksanakan pada pagi hari setelah shalat Isyraq, Isti’adzah dan Istikharah yang bisa dilaksanakan secara sendirian, tetapi dianjurkan secara berjamaah.

Shalat lidaf’il bala’ yang dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Shafar atau biasa disebut Rebo Wekasan ini bukanlah satu satunya amalan daf’il bala’ dalam tradisi TQN Pontren Suryalaya.

Daf’ul bala’ terdiri dari dua kata, daf’u secara bahasa artinya menolak dan menghindar. Sedangkan bala’ artinya ujian atau cobaan. Yang dalam bahasa Indonesia lebih akrab disebut dengan tolak bala.

Namun dalam bahasa Indonesia, bala diartikan lebih sempit karena selalu dikonotasikan hanya dengan hal yang buruk seperti malapetaka, kemalangan, cobaan, kesusahan, kecelakaan, kesengsaraan.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi