6 Strategi Optimalisasi Wakaf Melalui Media Sosial
Optimalkan wakaf lewat media sosial; storytelling, visual, interaksi, dan kolaborasi
Intensive Interaction
Sebagai digital native, generasi milenial dan Gen-Z menyukai interaksi. Untuk mengkampanyekan wakaf, media sosial mesti jadi media yang memberikan pelayanan interaksi secara intensif sesuai kebutuhan audiens.
Audiens Needs and Behavior
Konten atau pun interaksi yang dibangun melalui media sosial perlu menyesuaikan kebutuhan sesuai sasaran. Yang juga dinilai penting untuk dijadikan pertimbangan ialah mengenali lebih jauh karakter, kebiasaan dan perilaku mereka.
Collaboration
Fungsi kolaborasi media sosial harus dihidupkan dan dirancang dengan strategis. Hal-hal teknis dan mendetail perlu juga mendapat perhatian. Kolaborasi bisa jadi pintu masuk dan penarik perhatian sekaligus promosi yang melibatkan banyak pihak dan jaringan.
Provides Options
Media sosial perlu menawarkan banyak pilihan sekaligus kemudahan kepada kaum urban, Gen Mil dan Gen Z. Misalnya cara menyalurkan wakafnya, pilihan wakaf, hingga penyaluran distribusi manfaatnya. Artinya dibutuhkan kesiapan infrastruktur wakaf hingga penyiapan SDM yang profesional dan mumpuni.
Usaha untuk optimalisasi wakaf melalui media sosial hanyalah salah satu cara. Semua stake holder juga mesti terlibat agar wakaf ini bisa jadi tonggak kesejahteraan umat. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

