Rahmat Kemerdekaan

Perjuangan kita sebagai bangsa untuk merdeka sungguh perjuangan yang sangat lama

Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Untuk menjaga dan memelihara nikmat kemerdekaan bisa dengan berbagai cara, dengan memanfaatkan segala potensi yang ada dari masyarakat untuk mencapai tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara. Inilah wujud dari rasa syukur kita kepada Allah SWT. Agar kemerdekaan ini bisa tetap mendapatkan curahan rahmat dan berkah dari Allah, maka ada 4 cara agar syukur nikmat ini bisa tetap berbuah nikmat, antara lain;

  1. Dengan senantiasa mengingat sang pemberi nikmat yaitu Allah SWT (Dzikrul mun’im).
  2. Mentaati segala aturan Allah (Tha’atul mun’im).
  3. Menjaga dan memelihara segala nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah (Hifdzun nikmah).

Memanfaatkan segala potensi dan peluang serta kemampuan yang ada sesuai dengan aturan Allah, untuk mencapai tujuan hidup sambil mengharap ridha-Nya (Isti’maluha fi ridha mun’im).
Dengan cara demikian berarti kita telah mensyukuri nikmat kemerdekaan, sehingga makna kemerdekaan akan memberikan harapan yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat sesuai dengan tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara, yaitu sejahtera, cerdas, tertib dan adil dan makmur.

Ingat dengan Sang Pemberi Nikmat (Allah SWT) sudah dilakukan oleh pendiri bangsa, dengan menyatakan bahwa kemerdekaan ini, atas berkah rahmat-Nya. Dengan mengingat Allah, maka akan mendorong ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya.

Spirit secara tekstual (formal) untuk menjalankan perintah Allah pernah diusulkan oleh pendiri bangsa melalui Piagam Jakarta yang mencantumkan Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Namun karena mendapat tantangan dari kalangan minoritas agama lain, teks kalimat (syariat) tersebut diubah dengan Ketuhanan Yang Maha Esa (Tauhid). Inilah konsep jalan tengah yang ditawarkan tokoh-tokoh Islam, seperti KH. Wahid Hasyim.

Semangat dan nilai-nilai dasar agama yang melandasi para pejuang bangsa untuk merdeka, antara lain;

Pertama, perjuangan untuk menegakkan sebuah negara yang berdaulat adalah hak asasi dari setiap warga bangsa di dunia, agar nilai-nilai ajaran agama serta hak-hak dan kewajiban masyarakat dalam bernegara bisa terlaksana.

Kedua, perjuangan melawan penjajah dalam pandangan agama adalah jihad fi sabilillah, untuk melawan kebatilan dan kedzaliman atas manusia, sehingga bisa hidup mulia, bebas dan merdeka.

Ketiga, perjuangan kemerdekaan yang tak kenal menyerah, karena didorong oleh semangat keagamaan, kebangsaan dan kebersamaan (senasib-sepenanggungan).

Keempat, manusia hanya bisa berencana dan berusaha, namun hasil akhir adalah Allah juga yang menentukannya. Karena itulah walaupun secara langsung pejuang kita tidak bisa mengusir penjajah. Namun secara spiritual berhasil, yaitu berkat ikhtiar yang tidak pernah kenal menyerah, maupun berkat doa orang-orang teraniaya dan terzalimi, yang notabene adalah umat Islam, sehingga telah “menggugah/enarik perhatian Tuhan” untuk memerdekakan Indonesia, melalui “tangan-tangan tentara sekutu”. Secara spiritual, bisa dimaknai, bukanlah sekutu yang mem-bom Hirosima dan Nagasaki, ‘melainkan Allah’, melalui tangan tentara sekutu, sehingga kita bisa merdeka.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi