Musibah: Cermin Bagi Diri Sendiri

Wajib bersabar dan ikhlas dalam membantu meringankan beban korban bencana

Qalbu adalah raja. Masalahnya, raja dalam diri banyak manusia ini menjauh dari Allah. Inilah awal dari berbagai kerusakan oleh umat manusia, terhadap sesamanya maupun terhadap alam. Qalbu yang jauh dari Allah senantiasa memerintahkan jasad untuk ingkar kepada-Nya.

Inilah yang banyak terjadi di negeri ini. Qalbu terikat dengan dunia. dengan kekuatan duniawi yang dimiliki, pohon-pohon ditebang. Bangunan-bangunan tinggi dan villa dibangun. Sementara keseimbangan dan kelestarian alam diabaikan. Semuanya hanya demi memenuhkan pundi-pundi hartanya.

Maka, Allah pun mengirim musibah banjir. Dengan banjir, Dia memangil kita untuk mendekat. Setiap kejadian hendaklah menjadikan setiap hamba Allah justru semakin dekat kepada-Nya.

Bersabarkah kita menjalaninya atau justru berputus asa? Jika telah terisi penuh dengan dzikir, qalbu akan bersabar dan berpasrah diri kepada setiap kehendak-Nya. Al-Quran telah menjamin orang-orang bersabar: (QS Ali Imran, 3:146), (QS al-Baqarah, 2:153), (QS al-Anfal, 8:46 dan 66).

Dengan dzikir yang berkumandang tiada henti dalam qalbu, akan timbul sikap santun, budiman, tertib dan damai kepada sesama manusia dan alam semesta. Sekaranglah waktunya. Allah telah mengingatkan kita. Banjir mengepung kita. Karena Andaikan tidak demikian, pasti sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna.

Bagaimana dengan Anda? [Hamzah]


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi