Fanatisme Yang Dilarang dalam Islam

Fanatik sehat tak buta, tetap adil, dan tak merendahkan keyakinan orang lain

Sehingga fanatik yang sehat tidak kemudian serta merta Anda menafikan dan merendahkan bahkan melecehkan apa yang menjadi keyakinan, anutan atau pun pendapat orang lain.

Fanatisme Yang Terlarang

Pertama, Hamiyyah al Jahiliyah

Di antara fanatisme yang terlarang dan tidak sehat itu ialah apa yang diistilahkan oleh al Qur’an dengan Hamiyyah al Jahiliyah (surah al fath: 26). Yaitu semangat yang menggebu-gebu sehingga kehilangan kontrol serta bersikap picik dan angkuh mempertahakan nilai-nilai yang bertentangan dengan kebenaran dan keadilan.

Anda boleh fanatik terhadap sesuatu, tetapi di saat yang sama Islam tidak menghendaki jika sampai kehilangan kontrol diri. Dari sini kita bisa berkata, bahwa fanatik juga mesti didampingi dengan mujahadah, yakni upaya menekan gejolak hawa nafsu dan aneka rayuan yang dapat mengalihkan seseorang dari tujuan yang benar.

Kedua, ‘Ashabiyah

Fanatisme yang terlarang itu bisa kita lihat dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw, yaitu ‘Ashabiyah.

“Wahai Rasulullah, apa ‘ashabiyah itu?” Rasul menjawab, “Engkau menolong saudaramu atas kedzaliman.” (HR. Abu Dawud).

‘Ashabiyah ini berasal dari akar kata ‘ashaba yang berarti mengikat atau melilit. Dari sini maknanya berkembang sehingga berarti keluarga atau kelompok di mana anggotanya saling terikat.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi