Kursus Tasawuf Online, Puluhan BMI Hongkong Ikut Talqin Dzikir

Dengan memanfaatkan teknologi, jangkauan dakwah bisa terus diperluas, seperti yang dilakukan LDTQN DKI Jakarta.

LDTQN DKI Jakarta menyelenggarakan Kursus Tasawuf Online bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong.

Kursus Tasawuf Online dilaksanakan dalam lima pertemuan via Zoom Meeting. Pertemuan pertama digelar pada, Selasa, 15 Maret 2022 pukul 22.00 WIB yang diikuti oleh 50 peserta. Ustadz Rohdian Al Ahad menjadi narasumber dengan membawakan materi Iman, Islam dan Ihsan.

Selanjutnya pertemuan kedua, Sabtu, 19 Maret 2022, KH. Wahfiudin Sakam memberikan materi mengenai Mengenal Diri Menggapai Ilahi.

 

Pada pertemuan ketiga, 53 peserta Kursus Tasawuf Online mendapatkan materi Metode Dzikir yang disampaikan oleh Ust. H. Handri Ramadian, SE, MM, pada Selasa, 22 Maret 2022.

Baca juga: Talqin Dzikir Nikmat Terbesar yang Perlu Disyukuri

Adapun pertemuan keempat, Ahad, 27 Maret 2022, KT Online diikuti oleh 47 peserta. Ust. H. Andhika Darmawan, S.T menjadi narasumber dengan tema Peran Rasulullah Saw yang dimulai sejak pukul 22.00 hingga 00.00 waktu Hongkong.

Sedangkan pertemuan kelima dibimbing langsung oleh KH. Wahfiudin Sakam. Ruang zoom meeting pada Selasa (29/03) malam dihadiri oleh 55 peserta yang bukan hanya berasal dari Hongkong tapi juga Taiwan.

Wakil Talqin Pangersa Abah Anom tersebut menyampaikan talqin dzikir dalam sesi terakhir KT Online tersebut.

Meski melalui tatap muka secara daring, para peserta yang mayoritas akhwat tersebut, terlihat sangat khusyuk bahkan beberapa di antaranya hingga menangis saat prosesi talqin dzikir.

 

Baca juga: Talqin Alat Untuk Wushul Kepada Allah

“Alhamdulillah telah terlaksana Kursus Tasawuf Online kolaborasi LDTQN Jakarta dan PCINU Hongkong dari pertemuan pertama hingga kelima, mohon doanya,” ucap Ketua LDTQN DKI Jakarta, H. Handri Ramadian, SE., MM.

Sebagai informasi, demi mengantisipasi penyebaran COVID 19, Hongkong memang belum mengizinkan Buruh Migran Indonesia (BMI) menggelar pengajian secara offline di tempat terbuka, seperti yang dilakukan sebelumnya.

Kondisi seperti ini membuat penyelenggaraan pengajian secara online mutlak diperlukan. Terlebih lagi jumlah warga muslim atau Buruh Migran Indonesia (BMI) jumlahnya lebih dari seratus ribu orang.

Rekomendasi