Kiai Arief Ichwanie Sampaikan Amanah Abah Tahun 1994

Pada gelaran Manaqib di Pondok Pesantren Suryalaya, Drs. KH. Arief Ichwanie mengaku mendapat amanah dari Pangersa Abah Anom.

“Pada kesempatan yang baik ini saya mohon izin pada Pangersa Abah untuk menyampaikan satu hal yang penting yang Abah pernah amanahkan kepada si faqir ini pada tahun 1994,” ujarnya saat menyampaikan khidmah ilmiah di Masjid Nurul Asror, Pontren Suryalaya, Tasikmalaya.

Kiai Arief Ichwanie mengatakan bahwa amanah ini sudah lama diterimanya dan baru disampaikan pada hari ini, Ahad (11/7).

Mengenai bersikap hidup lillah sepanjang hari. Bagaimana beratnya secara istiqamah segala ucapan perbuatan dan perilaku kita diperuntukkan untuk Allah Swt.

Beliau (Pangersa Abah Anom) mengambil ayat Al Qur’an,

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, [Surah Al-An’ām: 162]

Baca juga: Kiai Arief Ichwanie: Talqin Adalah Pendidikan Agama Yang Terbaik

Jadi sebenarnya semua aktivitas hidup kita sepanjang hari hanya lillah untuk Allah Swt dan hanya kepada Allah Swt.

Bapak dan ibu berangkat ke Suryalaya karena Allah bukan karena yang lain. Niatnya adalah Manaqib Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs, Manaqib Pangersa Abah karena Allah.

Jadi kalau bukan karena pertolongan Allah, kita tidak akan sampai ke sini. Itulah yakin kita dalam pertolongan Allah Swt.

Adapun tanda tanda hidup yang lillah secara syar’i (lahiriah), pertama, menanamkan motif ibadah dalam setiap niat, ucapan dan perilaku. Semua jadi ibadah, kalau niat, ucapan dan perilakunya benar. Seperti dalam firman-Nya.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. [Surah Adh-Dhāriyāt: 56]

Rekomendasi