Keluarga Nabi Ibrahim Yang Lulus Ujian Keimanan

Ini adalah perjuangan yang menuntut ketabahan dan pengorbanan

Orang yang mengaku beriman harus mengalami ujian (fitnah) yang berupa bencana (balaa’). Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (al-Ankabut/29: 2-3)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (al-Baqarah/2:155)

Sebagai konsekuensi dari iman yang diyakininya, Nabi Ibrahim harus menegakkan kebenaran yang sudah diketahuinya. Itulah amar ma’ruf nahi munkar, menegakkan kebenaran yang yang sudah terakui (ma’ruf) dan mengenyahkan kebatilan yang sudah tersangkal/tertolak (munkar). Ini adalah perjuangan yang menuntut ketabahan dan pengorbanan, menghadapi banyak godaan dan tantangan.

Baca juga: Doa Nabi Ibrahim Agar Diberkahi Keturunan Yang Shalih

Kalau kita yakin dengan kebenaran iman kita, maka kita harus menegakkannya pada diri kita, juga pada keluarga, dan masyarakat kita. Berdakwah adalah sesuatu yang wajib. Tetapi kaum Nabi Ibrahim sudah menjadi komunitas yang ndableg (keras kepala, sulit untuk menerima kebenaran yang nyata). Lalu, apa lagi yang dapat diperbuat terhadap orang-orang yang begitu adanya? Tak ada pilihan lain, kecuali ditinggalkan saja. Urusan selebihnya, serahkan saja kepada Allah.

Maka Allah pun memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk meninggalkan negerinya, al-Uur, menujuk ke tempat lain yaitu Babilonia, lalu ke Syam, lalu ke negeri yang lebih maju peradabannya, yaitu Mesir. Di Mesir, istrinya yang bernama Sarah, diberi hadiah oleh raja Firaun (sebagai tebusan rasa bersalah Firaun terhadap Sarah) berupa seorang budak perempuan yang bernama Hajar.

Lalu, setelah beberapa saat tinggal di Mesir, Nabi Ibrahim AS pergi ke Kan’an (sekarang dikenal sebagai Palestina) bersama istrinya (Sarah) dan budak sang istri (Hajar).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi