1. Home
  2. Docs
  3. FAQ Tasawuf
  4. Tentang Dzikir
  5. Talqin Dzikir

Talqin Dzikir

Kata talqin secara kebahasaan berasal dari fi‘il al-mâdli (kata kerja lampau) laqina yang berarti mencerdaskan, memberikan pemahaman atau menjadikannya masuk akal.

Bentuk akar kata bendanya atau masdarnya adalah perkataan laqanan atau laqânah yang berarti akal, cerdas atau faham. Melalui proses tasrif –perubahan bentuk kata dengan penambahan awalan, akhiran atau sisipan– terbentuklah kata kerja laqqana, yulaqqinu, talqîn yang secara kebahasaan berarti menyampaikan suatu pesan atau nasihat tertentu secara lisan agar dipahami dengan baik oleh para pendengarnya.

Selain itu, kata kerja laqqana, yulaqqinu, talqîn juga berarti membimbing atau menasihati seperti membimbing seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat agar ia menyimak dengan baik kemudian dapat menirukannya dengan benar.

Dalam pengertian inilah maksud sabda Nabi Muhammad Saw, “Laqqinû mawtakum syahâdata an lâ ilâha illâ Allâh”, yang berarti “Bimbinglah orang yang akan mati di antara kalian ucapan kalimat syahadat, lâ ilâha illâ Allâh.” (Dr. Asep Usman Ismail).

 

Was this article helpful to you? Yes 4 No

How can we help?