Belajar dari Al Fatihah, Tujuh Ayat Yang Diulang-ulang

Surah Al Fatihah diperkenalkan Al Qur’an sebagai As Sab’ul Matsani yang artinya tujuh ayat yang diulang-ulang. Memang paling tidak seorang muslim membaca surah Al Fatihah sekurang-kurangnya tujuh belas kali sehari.

Surah yang dikenal sebagai Ummul Qur’an atau induk Al Qur’an menjadi surah yang paling banyak dibaca karena menjadi bagian dari rukun shalat. Setiap muslim laki dan perempuan, tua dan muda, sejak usia kanak-kanak telah menghafal surah Al Fatihah.

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ

Tidak (sah) shalat bagi orang yang tidak membaca Ummul Qur’an. (HR. Muslim).

Surah ini merupakan ringkasan atau intisari Al Qur’an. Dia mengandung wawasan tentang asal kehidupan, tentang eskatologi, kehidupan setelah kematian, tentang nubuwah, tentang keesaan Tuhan dan sifat-sifat-Nya. Demikian urai Dr. Djohan Effendi dalam Pesan-pesan Al Qur’an: Mencoba Mengerti Intisari Kitab Suci.

Baca juga: Sekilas Kandungan Surah al Insan dan an Nas

Menurutnya tujuh ayat yang diulang-ulang yang agaknya terkait dengan kewajiban membaca Al Fatihah dalam shalat pada setiap rakaat.

Cendekiawan muslim itu menyebutkan, di dalam surah Al Fatihah tersimpul inti pesan Islam, membangkitkan kesadaran pada diri manusia tentang iman yang benar kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dan Pelantan Alam Semesta, yang membuatnya tunduk pada kehendak dan rencana ilahi dalam hidupnya di bumi dan memungkinkannya mikraj, naik dari kehidupan bumi menuju kehidupan luhur yang diliputi berkah samawi.

Rekomendasi